Sabtu, 19 Maret 2011

JANJI ALLAH BAGI ORANG YANG AKAN MENIKAH

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhS8FdWItdaW3P7v39ns397hTdVmEtRoaEWtbAS5_cWbNhgto7SgjMQgT1SVEnCWbM9YeS5jylO70Y_uZD5es2M-NrYd05jdINmUxiPlXEe4MgckcWE1Q4hCi087ZbacAiR2AtaLMcuos0/s1600/menikah.jpg
Ketika seorang muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan.


Berikut ini sekelumit apa yang bisa saya hadirkan kepada pembaca agar dapat meredam perasaan negatif dan semoga mendatangkan optimisme dalam mencari teman hidup.
Ketika seorang muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan.
Semoga bermanfaat buat saya pribadi dan kaum muslimin semuanya. Saya memohon kepada Allah semoga usaha saya ini mendatangkan pahala yang tiada putus bagi saya.
Inilah kabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah. Bergembiralah wahai saudaraku…

1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26)
Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin.

2. “Dan nikahilah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (dinikahi) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32)

Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya pekerjaan. Dan anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, “apa cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?”.

Ayat tersebut merupakan jawaban buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para pemuda bertambah – dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya, maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya?

3. “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160) <1>


Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.

4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnyapada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21)

5. “Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ ”. (Al Mu’min : 60)

Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah niscaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut, dan seterusnya.

Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah ikhlash, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dll.

Waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia , pada waktu antara adzan dan iqamah, pada waktu turun hujan, dll.

Penghalang terkabulnya doa.
Diantaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan berpakaian dari usaha yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dan lain-lain.

Manfaat lain dari berdoa berarti kita meyakini keberadaan Allah, mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah Maha Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar, dst.

Sebagian orang ketika jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Sebagian orang ada juga yang menggunakan guna-guna. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan hadits-hadits berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam”. (Hadits shahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad).

Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Shahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35).

Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan jimat-jimat dan guna-guna (pelet) itu adalah (hukumnya) syirik.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim).

"Ingat nikah itu untuk ibadah,bukan untuk senang senang/main-main.Kalau memang sudah siap lahir,batin,dan mental segeralah nikah"

10 Sayuran Dan Buah Terbesar Di Dunia, Menakjubkan!

Mungkin anda pernah memakan buah atau sayuran yang ukuranya gede, panjang atau berat. Di pasar tradisionalpun sayuran sekarang banyak yang berukuran super alias gede. Tapi pernahkah anda memakan buah dan sayuran dengan ukuran seperti berikut?

ketela terbesar di dunia_jaller.wordpress.com_

Ketela terbesar di dunia (24,9 Lbs atau 11,2 Kg)
Petani Lebanon Semhat Khalil, dari selatan kota Tyre, hampir tidak percaya ketika panen di kebun ketela miliknya dan menemukan salah satu hasil panennya adalah ketela raksasa ini dengan berat 11,3kg (24,9pounds).

sumsum_jaller.wordpress.com_

Buah Sumsum terbesar di dunia (113 Lbs atau 65 Kg)
Dikembang biakkan oleh Ken dade di Norfolk, beratnya mencapai 65kg. Sayur ini butuh dua orang untuk mengangkatnya. Ini memecahkan rekor sebelumnya yang hanya 3kg.

nangka_jaller.wordpress.com_

Nangka terberat di dunia (76 Lbs atau 34,4 Kg)
Buah manis ini beratnya 34,6kg, dengan ukuran mencapai panjang 57,46cm dan keliling 121,28cm pada 8 Agustus 2003. Dikembangkan oleh George dan Margaret Schattauer dari Captain Cook, Hawaii, USA.

kubis_jaller.wordpress.com_

Kubis terbesar di dunia (76 Lbs atau 34,4 Kg)
John Evans, seorang desainer mekanik yang tinggal 40 mil di utara Anchorage di Palmer, Alaska, memegang tujuh rekor dunia untuk sayuran raksasa. Salah satunya adalah kubis ini, memiliki bobot yang lebih dari 34kg membuat sayur ini mencetak rekor tahun 1998.

semangka_jaller.wordpress.com_

Semangka terbesar di dunia (268,8 Lbs atau 122 Kg)
Memiliki bobot 122kg membuat buah ini menjadi semangka terbesar di dunia. Semangka ini tumbuh di ladang milik Lloyd, keluarganya mempunyai sejarah yang panjang dengan semangka mereka. Pernah memecahkan rekor dunia pada tahun 1979 dengan semangka seberat 200kg.

wortel_jaller.wordpress.com_

Wortel terberat di dunia (18,9 Lbs atau 8,5 Kg)
Ditanam oleh John Evans pada tahun 1998, dengan berat 8,61kg ini adalah wortel terberat yang pernah ada.

labu_jaller.wordpress.com_

Labu paling besar di dunia (1689 Lbs atau 766 Kg)
Tumbuh di Rhode Island, terbesar di dunia adalah labu yang ditampilkan di Topsfield dari Massachusetts pada 2007, beratnya 766kg.

mentimun_jaller.wordpress.com_

Mentimun terbesar (36,1 atau 0,9 MTs)
Dengan panjang 36,1in, mentimun ini memecahkan rekornya sendiri sebelumnya yang 35,1in di Bath, barat daya Inggris.

kembang kol_jaller.wordpress.com_

Bunga kol terbesar di dunia (31,25 Lbs atau 14,1 Kg)
Ditanam oleh Evans, bunga kol terbesar di dunia dengan berat 14,1kg pada tahun 1997.

brokoli_jaller.wordpress.com_

Brokoli terbesar di dunia (35 Lbs atau 15,8 Kg)
Juga ditanam oleh Evans, pada tahun 1993 brokoli ini memecahkan rekor dunia dengan berat 15,8kg.

10 Hewan Terganas di Dunia

1.Gelada Baboon

Gelada Baboon merupakan monyet yang benar-benar mengesankan, dengan surai yang besar dan wajah datar, unik dan tingal di pegunungan di Ethiopia dimana sebagian besar dari mereka makan rerumputan. Biasanya mereka dikenal sebagai hewan yang damai, namun mereka mempunyai ‘senjata’ dengan beberapa set alam dan yang paling menakutkan adalah gigi. Meskipun jarang, mereka pernah menyerang manusia di kebun binatang. Spesies ini telah dikenal sangat liar dan agresif.

2.American Bison

Dengan berat yang mencapai satu ton, banteng Amerika ini adalah salah satu dari dua herbivora yang berbadan raksasa yang tinggal di Amerika Utara (yang lainnya adalah moose) setelah kepunahan zaman es. Mereka diburu dan hampir punah oleh manusia-manusia zaman sekarang. Namun berkat perlindungan hukum mereka masih bisa ditemukan di taman nasional.
Apa yang kebanyakan orang tidak tahu adalah banteng ini mampu menewaskan wisatawan lebih dari kekuatan beruang dan serigala! Mereka biasanya tidak akan menyerang kecuali jika Anda masuk di ‘ruang pribadi’ mereka.

3.Gorilla

Setelah simpanse, gorila adalah hewan yang mirip dengan kita, namun tentunya terdapat perbedaan besar antara mereka dan kita. Sebuah gorila punggung perak yaitu seorang pria dewasa, biasanya pemimpin kelompok gorila, yang beratnya mencapai 200 kilogram/kadang-kadang bahkan lebih, dan memiliki kekuatan minimal 10 orang dewasa. Mereka biasanya vegetarian dan ramah, tetapi pria dewasa tidak akan ragu untuk menyerang setiap penyusup yang dapat menimbulkan ancaman bagi keluarganya. Dengan ‘senjata’nya yang sangat besar, lengan yang sangat panjang, gigi taring tajam, dan mampu menjalani dua kali lebih cepat sebagai manusia. Ketika marah, seekor gorila akan sama menakutkannya seperti predator besar.

4.Cassowary

Kasuari adalah salah satu burung terbesar di dunia. Mereka tinggal di hutan hujan Australia dan New Guinea dan pandai dalam melakukan banyak hal. Sebagai contoh, lambang di atas kepala mereka adalah burung berongga yang digunakan untuk menghasilkan panggilan dengan frekuensi yang sangat rendah untuk berkomunikasi dengan kasuari lain dalam jarak jauh. Hewan ini membuatnya masuk ke dalam daftar karena Kasuari adalah burung paling mematikan di dunia, tetapi pada umumnya mereka memakan buah. Tetapi ketika diganggu, mereka akan melompat ke udara dengan gaya kung-fu dan menendang musuh dengan cakar kaki dalamnya yang panjang, lurus dan berbentuk seperti keris. Dengan mudahnya mereka mampu mengeluarkan isi perut seorang pria dengan ‘senjata’nya, yang mana telah dikenal untuk tidak hanya menyerang manusia tetapi anjing liar dan bahkan kuda dan sapi!

5.Rhinocheros

Ada lima spesies badak di Afrika dan Asia dan mereka semua berbadan besar, tangguh, cepat marah dan berpotensi mematikan. Tanduk mereka terbuat dari rambut, tapi mereka masih sangat berbahaya yang digunakan sebagai ‘senjata’ yang dapat menanduk musuh sampai mati. Badak India juga memiliki gigi tajam dan dikenal untuk menggigit juga. Dan tentu saja, mereka dapat dengan mudah menginjak-injak Anda di bawah badan mereka (dengan berat yang mencapai tiga ton). Pada dasarnya, cara hidupnya dapat diisi dengan kecepatan yang luar biasa.

6.Wild Boar

Celeng liar tidak sepenuhnya vegetarian; mereka telah dikenal untuk makan binatang kecil seperti serangga, kadal dan katak (pada kesempatan tertentu), dan tidak akan menolak bangkai baik. Namun, seperti segala jenis babi lainnya, mereka juga menkonsumsi tanaman. Berat badan jantan mencapai 300 kg (meskipun langka, dapat digambarkan beratnya lebih dari 1 ton) dan memiliki gading besar yang tajam dan dapat membuka dengan mudah untuk merobek perut pemangsa. Babi liar jantan dewasa dikenal dapat menangkis serigala tanpa bantuan apapun! Betina memiliki taring yang lebih kecil tetapi juga masih sangat berbahaya, terutama ketika mereka memiliki anak babi untuk dilindungi.

7.Cape Buffalo

Cape kerbau mungkin terlihat seperti sapi raksasa, tetapi mereka sebenarnya herbivora tanah yang paling ditakuti di Afrika. Sangat mudah marah, karena itu hewan herbivora yang berkembang di negeri akan diperintah oleh predator yang kuat seperti singa dan hyena, dan dengan demikian mereka tidak punya pilihan selain menjadi makhluk yang kesulitan sendiri. Dengan badan yang besar, tanduk tajam dan kuku menjadi ‘senjata’ berat yang mematikan, dan mereka adalah salah satu dari beberapa hewan yang akan kembali jatuh ke bantuan seorang “teman”. Jika satu kerbau ditangkap oleh singa atau terluka oleh pemburu, ada kesempatan baik bahwa sisa dari kawanan penyerang akan memungut biaya untuk membantu pasangan mereka.

8.Elephant

Kita terbiasa melihat gajah sebagai hewan yang damai, bahkan dikatakan ramah. Tetapi mereka sebenarnya makhluk liar yang paling berbahaya. Gajah telah membunuh zookeepers lebih daripada hewan lain, dan karena ukuran berat dan kekuasaan mereka, mereka sangat sulit untuk berhenti. Gajah akan menyerang karena beberapa alasan; melindungi bayi mereka, tempat mereka, atau hanya ketika mereka berada dalam suasana hati yang buruk. Pria juga mempunyai kondisi periodik dikenal sebagai musth, di mana kadar hormon mereka meningkat begitu banyak, lalu mereka pergi mengamuk menyerang makhluk yang mereka lihat termasuk singa, badak, dan manusia. Karena itu kebun binatang dan sirkus sering menghindari untuk memelihara gajah jantan.

9.Jungle Pig

Di selatan, relatif ditemukan Peccary berkerah (lebih dikenal di AS sebagai “javelina”;), rentang Peccary berbibir putih di hutan hujan Meksiko, Amerika Tengah dan Selatan. Memiliki gigi taring yang sangat tajam dan saling mempertajam setiap kali binatang itu menutup mulutnya (seperti sepasang gunting). Mereka berkeliaran dalam jumlah kawanan yang sangat besar, hingga 500 atau bahkan 1000 individu. Sama seperti kerbau Cape, jika salah satu anggota kelompok diserang atau ditembak, seluruh kawanan penyerang akan membalas. Satu-satunya hal yang harus dilakukan ketika diserang oleh sekelompok peccaries adalah memanjat pohon secepat mungkin, dan di Amerika Selatan cukup beberapa bagian tubuh pemburu hilang atau bahkan digigit-cabik ketika mereka tidak mampu memanjat dengan cepat. Wild predator seperti jaguar dan Cougars adalah makhluk yang cukup pintar untuk menghindari kawanan. Jika menyerang, hanya peccaries muda atau yang lemah yang akan terpisah dari yang lain.

10.Hippopotamus

Kuda nil adalah hewan yang paling berbahaya dari semua hewan herbivora di Afrika, membunuh lebih banyak orang setiap tahun daripada singa, macan dan buaya.
Sangat teritorial, kuda nil (khususnya jantan) dapat menimbang tiga ton atau lebih, dan telah dikenal untuk menyerang kedua di atas air (bahkan terbalik dan perahu kayak) dan di darat, di mana ia dapat berjalan sangat cepat meskipun lemaknya terlihat. Ia memiliki rahang terbesar dan terkuat dengan gigi taring terpanjang dari spesies mamalia apapun, dan bisa menggigit sebuah buaya dewasa. Bayangkan, kemudian apa yang bisa Anda lakukan untuk diri Anda!

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Diutus kepada Manusia dan Jin

Penulis: Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi
وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُوْنَ الْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوْهُ قَالُوا أَنْصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِيْنَ. قَالُوا يَا قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنْزِلَ مِنْ بَعْدِ مُوْسَى مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَى طَرِيْقٍ مُسْتَقِيْمٍ. يَا قَوْمَنَا أَجِيْبُوا دَاعِيَ اللهِ وَآمِنُوا بِهِ يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوْبِكُمْ وَيُجِرْكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيْمٍ. وَمَنْ لاَ يُجِبْ دَاعِيَ اللهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِي اْلأَرْضِ وَلَيْسَ لَهُ مِنْ دُوْنِهِ أَولِيَاءُ أُولَئِكَ فِي ضَلاَلٍ مُبِيْنٍ
“Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al-Qur`an, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan(nya) lalu mereka berkata: ‘Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)’. Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata: ‘Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al-Qur`an) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. Hai kaum kami, sambutlah (seruan)penyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari adzab yang pedih. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari adzab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata’.” (Al-Ahqaf: 29-32)
Penjelasan Beberapa Mufradat Ayat
صَرَفْنَا
Kami hadapkan, maknanya Kami mengarahkan dan mengutusnya kepadamu.
كِتَابًا أُنْزِلَ مِنْ بَعْدِ مُوْسَى
Kitab yang telah diturunkan sesudah Musa. Yang dimaksud kitab di sini adalah Al-Qur`an, yang sebelumnya mereka beriman dengan apa yang diturunkan kepada Musa ‘alaihissalam.
Atha` rahimahullahu berkata: Mereka sebelumnya beragama Yahudi, kemudian masuk Islam. Oleh karenanya, disebutkan “diturunkan setelah Musa.”
Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata: Jin tersebut tidak mendengar tentang diutusnya Nabi Isa ‘alaihissalam, oleh karenanya disebutkan “diturunkan setelah Musa.”
مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهَِ
Membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat.
أَجِيْبُوا دَاعِيَ اللهِ
Sambutlah penyeru kepada (jalan) Allah. Yang dimaksud penyeru di sini adalah Muhammad bin Abdullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai Rasul terakhir yang diutus kepada seluruh manusia dan jin. Di mana seluruh Nabi dan Rasul sebelumnya tidak diutus kepada jin dan manusia secara keseluruhan, sebagaimana akan dijelaskan nanti.
Sebab Turunnya Ayat
Diriwayatkan Al-Hakim dalam Mustadrak-nya (2/456) dengan sanadnya dari Zir bin Hubaisy, dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu, ia berkata: Mereka (para jin) turun ke tempat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan beliau sedang membaca Al-Qur`an di sebelah pohon kurma. Tatkala mereka mendengarnya, merekapun diam dan berkata: “Diamlah kalian.” Mereka berjumlah sembilan, salah seorang dari mereka bernama Zuba’ah. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan firman-Nya ini.”
Al-Hakim berkata: Sanadnya shahih. Dan disetujui oleh Adz-Dzahabi. Diriwayatkan pula oleh Al-Imam Al-Baihaqi melalui jalur Al-Hakim dengan sanad ini dalam Dala`il An-Nubuwwah (2/13). (Lihat Ash-Shahih Al-Musnad Min Asbabin Nuzul, oleh Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullahu: 212)
Penjelasan Ayat
Al-Allamah Abdurrahman As-Sa’di rahimahullahu berkata: “Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengutus Rasul-Nya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada seluruh makhluk, manusia dan jin. Maka merupakan keharusan baginya untuk menyampaikan seluruh tugas dakwahnya sebagai Nabi dan Rasul. Kepada manusia, memungkinkan bagi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendakwahi dan memberi peringatan kepada mereka. Adapun jin, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mengarahkan mereka kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kekuasaan-Nya, dan mengutus kepada beliau “sekelompok jin untuk mendengarkan Al-Qur`an. Ketika mereka telah hadir, mereka berkata: “Diamlah kalian.” Maknanya yaitu: Mereka saling mengingatkan untuk diam.
“Ketika telah selesai” dan mereka telah menghafalnya serta memberi pengaruh pada mereka, “merekapun kembali kepada kaumnya untuk memberi peringatan” berupa nasehat untuk (kaum) mereka dan menegakkan hujjah Allah atas mereka. Allah memilih mereka untuk membantu Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam menyebarkan dakwah untuk kalangan para jin. Mereka berkata: “Wahai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan sebuah kitab (yaitu Al-Qur`an) yang diturunkan setelah Musa.” Sebab, kitab Musa merupakan asal dari kitab Injil, sebagai sandaran bagi Bani Israil dalam hukum-hukum syariat. Sedangkan Injil hanyalah penyempurna dan mengubah sebagian hukum (dari kitab sebelumnya). “Membenarkan kitab-kitab sebelumnya,” yang mana kitab yang kami dengar ini “memberi petunjuk kepada kebenaran” dalam setiap berita dan pencarian, serta “membimbing ke arah jalan yang lurus” menuju Allah, yang sampai kepada surga-Nya, dengan mempelajari ilmu tentang Allah, hukum-hukum agama-Nya, dan hari pembalasan.
Ketika mereka telah memuji Al-Qur`an dan menjelaskan kedudukannya, mereka pun mengajak kaumnya untuk mengimani. Mereka berkata: “Wahai kaum kami, penuhilah panggilan penyeru kepada (jalan) Allah,” yang tidak mengajak kecuali kepada Rabbnya. Dia tidak menyeru kalian kepada tujuan tertentu, tidak pula kepada hawa nafsu. Namun dia mengajak kepada Rabb kalian, agar Allah memberimu pahala dan menghilangkan setiap kejahatan dan apa-apa yang tidak disukai dari dirimu. Oleh karenanya, mereka mengatakan: “Allah mengampuni dosa kalian dan melindungi kalian dari adzab yang pedih.” Sehingga jika Allah melindungi kalian dari adzab yang pedih, maka tak ada lain setelah itu kecuali kenikmatan. Dan inilah balasan bagi yang menyambut penyeru kepada jalan Allah.
“Barangsiapa yang tidak memenuhi panggilan penyeru kepada jalan Allah, tidaklah menjadikan Allah tidak mampu (untuk menyiksanya) di muka bumi.” Karena sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Orang yang lari dari-Nya tidak akan dapat menghindar, dan Dia tidak pula bisa dikalahkan oleh sesuatupun.
“Dan mereka tidak mempunyai penolong selain-Nya. Mereka itulah yang berada dalam kesesatan yang nyata.” Kesesatan siapa lagi yang lebih besar daripada orang yang telah diseru para rasul dan telah sampai kepadanya peringatan dengan berbagai tanda kekuasaan-Nya serta hujjah yang mutawatir, namun kemudian dia berpaling dan membangkang?” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 783)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Diutus untuk Seluruh Jin dan Manusia
Tidak ada perselisihan di kalangan kaum muslimin, satu kelompok pun, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada seluruh jin dan manusia. Sebagaimana telah diriwayatkan dalam Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Jabir bin Abdullah radhiallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أُعْطِيْتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ مِنَ اْلأَنْبِيَاءِ قَبْلِي: نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيْرَةَ شَهْرٍ، وَجُعِلَتْ لِيَ اْلأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُوْرًا فَأَيُّمَا رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي أَدْرَكَتْهُ الصَّلاَةُ فَلْيُصَلِّ، وَأُحِلَّتْ لِيَ الْغَنَائِمُ وَلَمْ تُحَلَّ لأَحَدٍ قَبْلِي، وَأُعْطِيْتُ الشَّفَاعَةَ، وَكَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ عَامَّةً
“Aku telah diberikan lima hal yang tidak diberikan kepada seorangpun dari kalangan para nabi sebelumku: Aku diberi pertolongan dengan ditanamkannya rasa takut (pada musuh-musuhku) sejarak satu bulan perjalanan. Dan telah dijadikan bagiku seluruh bumi sebagai masjid dan alat bersuci. Maka siapa saja di kalangan umatku yang mendapati waktu shalat, hendaklah dia shalat. Dan dihalalkan bagiku harta rampasan perang dan tidak dihalalkan kepada seorangpun sebelumku. Dan aku diberi syafaat dan adalah nabi sebelumku diutus kepada kaumnya secara khusus sedangkan aku diutus kepada seluruh an-naas.”
Ibnu ‘Aqil berkata: “Jin termasuk ke dalam penamaan an-naas secara bahasa.”
Ar-Raghib berkata: “An-Naas adalah jenis makhluk hidup yang berfikir dan berperasaan, dan jin termasuk yang berfikir dan berperasaan.”
Al-Jauhari berkata: “An-Naas termasuk dari kalangan jin dan juga manusia.” (Lihat Aakamul Mirjan, karya Badruddin Asy-Syibli, hal. 37)
Hal ini dikuatkan dengan riwayat yang berasal dari Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
بُعِثْتُ إِلَى اْلأَحْمَرِ وَاْلأَسْوَدِ
“Aku diutus kepada yang merah dan yang hitam.”
Mujahid bin Jabr menafsirkan hadits ini dengan makna jin dan manusia. (Lihat Tafsir Al-Qurthubi 16/217)
Dalam riwayat Muslim dengan lafadz:
بُعِثْتُ إِلَى الْخَلْقِ كَافَّةً
“Aku diutus kepada seluruh makhluk.”
Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: Mereka tidak berbeda pendapat bahwa Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus kepada jin dan manusia sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Ini termasuk keistimewaan beliau dibandingkan para nabi, yakni dengan diutusnya beliau kepada seluruh jin dan manusia. Sedangkan yang lainnya tidak diutus kecuali hanya kepada kaumnya, demikian pula terhadap para nabi yang lainnya. Hal ini juga disebutkan Imamul Haramain dalam kitabnya Al-Irsyad saat membantah firqah (kelompok) Al-Isawiyyah: “Dan sungguh kami mengetahui secara pasti bahwa beliau diutus kepada dua tsaqalain (jin dan manusia).” (Lihat kitab Akamul Mirjan, hal. 38)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Muhammad kepada seluruh tsaqalain: jin dan manusia, dan mewajibkan kepada mereka beriman kepadanya dan kepada apa yang dibawanya serta mentaatinya. Juga agar mereka menghalalkan apa yang dihalalkan Allah dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengharamkan apa yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mewajibkan apa yang diwajibkan Allah dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mencintai apa-apa yang dicintai Allah dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan membenci apa-apa yang dibenci Allah dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan siapa saja dari kalangan jin dan manusia yang telah ditegakkan hujjah atasnya berupa risalah yang dibawa Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun dia tidak beriman kepadanya, maka dia berhak mendapatkan hukuman dari Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana hukuman yang diberikan kepada orang-orang kafir yang yang para rasul diutus ke tengah-tengah mereka. Ini merupakan prinsip yang telah disepakati para shahabat, tabi’in, para imam kaum muslimin, dan seluruh kelompok muslimin, baik Ahlus Sunnah wal Jamaah maupun yang lainnya.” (Akamul Mirjan, hal. 38)
Dan pada ayat yang ke-32 yang menyatakan “Dan orang yang tidak menerima (seruan) penyeru kepada Allah, maka dia tidak bisa melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata”, sangat jelas menunjukkan bahwa kalangan jin yang tidak beriman dengan apa yang dibawa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka dia kafir.
Adakah Rasul dari Kalangan Jin?
Jumhur ulama baik dari kalangan Salaf maupun Khalaf menyatakan bahwa tidak satupun rasul yang diutus yang berasal dari kalangan jin, dan rasul hanya berasal dari kalangan manusia. Pendapat ini dinukil dari Ibnu ‘Abbas, Ibnu Juraij, Mujahid, Al-Kalbi, Abu ‘Ubaid, dan Al-Wahidi. Dan ayat ini merupakan salah satu dalil yang menunjukkan bahwa dari kalangan jin tidak terdapat rasul, namun yang ada hanyalah para pemberi peringatan. Ibnu ‘Abbas berkata: “Para rasul dari anak cucu Adam, dan dari kalangan jin adalah nudzur (para pemberi peringatan).”
Demikian pula firman Allah:
إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوْحٍ وَالنَّبِيِّيْن مِنْ بَعْدِهِ وَأَوْحَيْنَا إِلَى إِبْرَاهِيْمَ وَإِسْمَاعِيْلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوْبَ وَاْلأَسْبَاطِ وَعِيْسَى وَأَيُّوْبَ وَيُوْنُسَ وَهَارُوْنَ وَسُلَيْمَانَ وَآتَيْنَا دَاوُدَ زَبُوْرًا. وَرُسُلاً قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلاً لَمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ وَكَلَّمَ اللهُ مُوْسَى تَكْلِيْمًا. رُسُلاً مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ لِئَلاَّ يَكُوْنَ لِلنَّاسِ عَلَى اللهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ وَكَانَ اللهُ عَزِيْزًا حَكِيْمًا
“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang sesudahnya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, ‘Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud. Dan (kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung. (Mereka kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (An-Nisa`: 163-165)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang Ibrahim ‘alaihissalam:
وَوَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوْبَ وَجَعَلْنَا فِي ذُرِّيَّتِهِ النُّبُوَّةَ وَالْكِتَابَ وَآتَيْنَاهُ أَجْرَهُ فِي الدُّنْيَا وَإِنَّهُ فِي اْلآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِيْنَ
“Dan Kami anugrahkan kepada Ibrahim, Ishak dan Ya’qub, dan Kami jadikan kenabian dan Al Kitab pada keturunannya, dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia; dan sesungguhnya dia di akhirat, benar-benar termasuk orang-orang yang shalih.” (Al-’Ankabut: 27)
Dalam ayat ini, Allah membatasi kenabian dan pemberian kitab setelah Ibrahim pada keturunannya. Dan tidak seorangpun manusia yang mengatakan bahwa kenabian dari kalangan jin pernah terjadi sebelum diutusnya Ibrahim, lalu terputus setelah beliau diutus. Demikian pula firman-Nya:
وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِيْنَ إِلاَّ إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُوْنَ الطَّعَامَ وَيَمْشُوْنَ فِي اْلأَسْوَاقِ وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُوْنَ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيْرًا
“Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan adalah Rabbmu Maha Melihat.” (Al-Furqan: 20)
Dan firman-Nya:
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلاَّ رِجَالاً نُوْحِي إِلَيْهِمْ مِنْ أَهْلِ الْقُرَى أَفَلَمْ يَسِيْرُوا فِي اْلأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَدَارُ اْلآخِرَةِ خَيْرٌ لِلَّذِيْنَ اتَّقَوْا أَفَلاَ تَعْقِلُوْنَ
“Kami tidak mengutus sebelum kamu melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya?” (Yusuf: 109)
Semua dalil ini menguatkan pendapat jumhur yang menyatakan bahwa rasul seluruhnya dari kalangan manusia dan tidak satupun dari kalangan jin.
Ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa dari kalangan jin terdapat rasul tersendiri sebagaimana manusia. Di antaranya adalah Adh-Dhahhak bin Muzahim, dan dia berdalil dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَاْلإِنْسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَقُصُّوْنَ عَلَيْكُمْ آيَاتِي وَيُنْذِرُوْنَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَذَا قَالُوا شَهِدْنَا عَلَى أَنْفُسِنَا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَشَهِدُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَافِرِيْنَ
“Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepadamu akan pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: ‘Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri’. Kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.” (Al-An’am: 130)
Sisi pendalilan ayat ini bahwa lafadz: “Wahai sekalian jin dan manusia, bukankah telah datang kepadamu para rasul dari kalian”, dipahami bahwa dari manusia ada rasul dari kalangan mereka, maka demikian pula dari kalangan jin.
Namun pendalilan ini sangat lemah, sebab ayat ini tidak jelas menunjukkan atas apa yang dimaukan. Seperti firman Allah:
مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ. بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لاَ يَبْغِيَانِ. فَبِأَيِّ آلاَءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ. يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانُ
“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.” (Ar-Rahman: 19-22)
Padahal mutiara dan marjan tersebut hanyalah dikeluarkan dari laut yang asin dan bukan yang tawar. Dan ini adalah perkara yang jelas, sebagaimana disebutkan Ibnu Katsir rahimahullahu. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir: 2/178. Lihat pula kitab Al-Ilham Wal In’am Fi Tafsir Surah Al-An’am, karya Taqiyyuddin Al-Hilali, hal. 105)

Planet Baru Menyerupai Bumi Ditemukan!

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-sAPFVVZCwl_0XpgQe8cRVIonL5NzNAuv9yjmnqxRbhhaz7jLXa107EQBPGaqqfz2-JrhtCCXE81pL_gSHLL6ynaXDhlXk0kB-ermRvTEcXcEJA5mbAgoxV_3Ew9TvyhBfFO7p4unMtQ/s1600/gj-1214b.jpg
Baru-baru ini, para ilmuwan peneliti ruang angkasa berhasil menemukan sebuah planet baru yang kemudian disebut dengan Super Earth. Planet ini mengorbiti satu bintang dalam jarak 40 tahun cahaya. Di antara sekian banyak planet yang ada yang pernah ditemukan, planet ini merupakan planet yang paling mirip dengan bumi dan paling memungkinkan bagi manusia untuk dapat mengendus atmosfirnya.


Planet ini dinamai GJ 1214b, planet ini berukuran 2,7 kali planet bumi dengan massa sekita 6,5 kali lebih berat dari pada planet Bumi.
Berdasarkan berat jenisnya, para ilmuwan berpendapat bahwa planet ini berisi 3/4 air likuid dengan inti padat dari besi dan nikel serta atmosfer hidrogen dan helium yang mirip dengan Bumi.
Akan tetapi, dalam hal lain, Planet ini merupakan “binatang kejam yang sangat berbeda” dengan Bumi yang kita tinggali. David Charbonneau mengatakan bahwa pada dasarnya planet ini merupakan sebuah samudra yang luas. Di planet ini tidak ada satu pun benua yang mengambang di atas atau menyeruak dari air.
Selain dari pada itu, GJ 1214b lebih panas daripada bumi dan atmosfernya sepuluh kali lebih tebal dibandingkan dengan planet Bumi. Dengan demikian, hal tersebut membuat apapun sulit untuk bisa hidup sebagaimana layaknya di Bumi.
Planet ini ditemukan dengan menggunakan proyek MEarth, satu unit perangkat teleskop kecil berbasis di Bumi yang digunakan untuk mendeteksi perubahan dari menit ke menit dari kekuatan cahaya bintang-bintang merah nan redup yang disebut dengan M dwarfs (bintang cebol).

Planet Tyche

http://manverse.com/wp-content/uploads/2011/02/Planet-Tyche.jpg

Sekelompok astronom yakin bahwa mereka telah menemukan planet baru dalam tata surya. Planet tersebut did
uga berukuran empat kali lebih besar daripada Jupiter dan berada pada jarak yang sangat jauh dari Matahari.
Keberadaan planet tersebut masih perlu dibuktikan. Namun, beberapa kalangan percaya bahwa bukti-bukti telah terkumpul lewat hasil observasi teleskop NASA, WISE. Data terkait temuan planet tersebut akan dipublikasikan tahun ini.
Daniel Whitmire dari Universitas Lousiana Lafayette, AS, percaya bahwa data-data bisa membuktikan keberadaan planet itu dalam dua tahun. "Jika benar, saya dan rekan saya, John Matese, akan jungkir balik. Dan, itu tidak mudah pada usia kami," katanya.
Untuk sementara, planet itu dinamai Tyche. Nama itu diambil dari nama dewi Yunani yang menentukan nasib suatu kota. Tyche diduga merupakan planet gas raksasa, jenis planet yang sama seperti Jupiter.
Tyche diduga terdapat di bagian luar Awan Oort, sebuah kawasan "terpencil" di tata surya. Jarak planet ini dengan Matahari mencapai 15.000 kali dari jarak Matahari-Bumi atau 375 kali jarak Matahari-Pluto.
Whitmire percaya, penyusun utama Tyche adalah Hidrogen dan Helium. Ia juga mengungkapkan bahwa atmosfer planet ini mirip atmosfer Jupiter. "Anda juga bisa berharap planet ini memiliki beberapa satelit," katanya.
Umumnya, planet yang berada di wilayah Awan Oort memiliki suhu hampir nol mutlak (-273 derajat celsius). Namun, Tyche diperkirakan memiliki suhu -73 derajat celsius, 4-5 kali lebih hangat dari Pluto.
Jika terbukti kebenaran keberadaannya, Tyche akan menjadi planet kesembilan sekaligus terbesar. International Astronomical Union (IAU) akan menjadi pihak yang menyetujui atau menolak keberadaan planet ini.
Whitmire dan Matese menduga keberadaan planet berdasarkan adanya kejanggalan pada sudut kedatangan komet yang banyak terdapat di Awan Oort. Sebesar 20 persen jumlah tertentu yang muncul sejak tahun 1898 memiliki sudut datang yang lebih besar dari seharusnya.
Kemungkinan keberadaan Tyche diungkapkan Whitmire dalam wawancaranya dengan The Independent, Minggu (13/2/2011). Hasil penelitian Whitmire itu didasarkan pada adanya kejanggalan sudut datang komet yang dipublikasikan di jurnal Icarus bulan ini.

Jumat, 18 Maret 2011

Hukum Rebounding

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Di tangan-Nya lah hidayah dan petunjuk. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.
Beberapa waktu yang lalu kita disuguhkan dengan berita dari media mengenai permasalahan rebounding. Suatu saat seorang wanita menanyakan kepada ayahnya mengenai hukum rebounding. Ayahnya pun yang sudah masyhur sebagai ulama di negeri ini mengiyakan bolehnya rebounding. Namun, bagaimana hukum rebounding sebenarnya? Semoga bermanfaat pembahasan ringkas berikut ini.
Merujuk Fatwa Ulama
Ulama besar Kerajaan Saudi Arabia, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah ditanya:
Beberapa pelajar yang berambut halus (lurus) menjadikan rambutnya keriting dengan cara yang sudah dikenal di tengah-tengah mereka. Apa hukum perbuatan semacam ini padahal diketahui bahwa hal ini sering dilakukan oleh orang barat?
Jawab: Para ulama mengatakan bahwa perbuatan mengkriting rambut itu tidak mengapa, artinya asalnya boleh saja. Asalkan mengkriting rambut tersebut tidak menyerupai model wanita fajir dan kafir, maka tidaklah mengapa. [Sumber: Fatawa Al Jaami’ah lil Mar’ah Al Muslimah (3/889)][1]
Syaikh Sholih bin Fauzan Al Fauzan hafizhohullah (salah satu anggota Komisi Fatwa di Saudi Arabia, Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’) juga pernah ditanya mengenai hukum taj’id ar ro’si. Yang dimaksud di sini adalah mengkriting rambut atau membuatnya lebih keriting. Keriting tersebut bertahan beberapa waktu. Terkadang wanita yang ingin mengkriting rambutnya ini pergi ke salon-salon dan menggunakan bahan atau alat tertentu sehingga membuat rambut tersebut keriting sampai enam bulan.
Jawab: Diperbolehkan bagi wanita untuk mengkriting rambutnya asalkan tidak mengikuti model orang kafir. Syarat lainnya, ia tidak boleh menampakkan rambutnya tadi kepada para pria selain mahromnya. Ia boleh mengkriting rambutnya dengan bantuan wanita lain yang dapat dipercaya. Keriting rambut tersebut boleh bertahan sebentar atau dalam waktu yang lama. Ia boleh menggunakan bahan yang mubah (dibolehkan) atau selainnya untuk mengkriting rambut tersebut. Namun catatan yang perlu diperhatikan, hendaklah wanita tersebut tidak pergi ke salon untuk melakukan hal ini. Karena jika ia mesti keluar rumah, itu akan menimbulkan fitnah (godaan bagi para pria) atau ia akan terjerumus dalam hal yang dilarang. Pekerja salon boleh jadi adalah wanita yang tidak paham agama (sehingga tidak dapat dipercaya dan dapat membuka aibnya, pen), atau bahkan lebih parah lagi jika pekerjanya adalah seorang pria, jelas-jelas ia haram untuk menampakkan rambutnya pada mereka.[2]
Rebounding Itu Haram Bagi Wanita yang Tidak Berjilbab
Dari penjelasan kedua ulama besar di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa mengkriting rambut asalnya dibolehkan. Ini berlaku pula untuk rebounding (membuat rambut keriting menjadi lurus/halus). Namun ada catatan yang mesti diperhatikan:
Pertama: Keriting dan rebounding tersebut tidak boleh mengikuti model wanita kafir atau wanita fajir (yang gemar maksiat).
Kedua: Yang boleh mengkriting rambut atau merebounding adalah wanita yang dapat dipercaya sehingga tidak akan membuka aib-aibnya. Lebih-lebih tidak boleh lagi jika yang mengkriting rambutnya adalah seorang pria yang ia haram menampakkan rambut pada mereka.
Ketiga: Rambut yang dikeriting atau direbounding tidak boleh ditampakkan kecuali pada suami atau mahromnya saja.
Sehingga dari sini, wanita yang tidak berjilbab tidak boleh merebounding rambut atau mengkeriting rambutnya karena tujuan ia yang haram yaitu ingin pamer rambut yang merupakan aurat yang wajib ditutupi. Asalnya, memang mengkeriting atau merebounding itu dibolehkan namun karena tujuannya untuk pamer aurat yaitu rambutnya, maka ini menjadi haram. Ada sebuah kaedah yang sering disampaikan para ulama: al wasa-il ilaa haroomin haroomun (perantara menuju perbuatan haram, maka perantara tersebut juga haram). Pamer aurat adalah haram. Rebounding bisa dijadikan jalan untuk pamer aurat. Sehingga berdasarkan kaedah ini rebounding pada wanita yang pamer aurat (enggan berjilbab) menjadi haram.
Bahaya Pamer Rambut yang Merupakan Aurat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.”[3]
Di antara tafsiran “wanita yang berpakaian tetapi telanjang” adalah wanita tersebut membuka aurat yang wajib ditutupi[4] seperti membuka rambut kepala. Padahal aurat wanita yang wajib ditutupi adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Berarti rambut kepala termasuk aurat yang wajib ditutup. Allah Ta’ala berfirman,
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur: 31). Berdasarkan tafsiran Ibnu ‘Abbas, Ibnu ‘Umar, Atho’ bin Abi Robbah, ‘Ikrimah, Makhul Ad Dimasqiy, dan Al Hasan bin Muhammad Al Hanafiyah rahimahumullah bahwa yang boleh ditampakkan adalah wajah dan kedua telapak tangan.[5]
Lihatlah ancaman untuk wanita yang sengaja buka-buka aurat: Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.
Rambut kepala juga merupakan perhiasan wanita yang wajib ditutupi. Allah Ta’ala berfirman,
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.” (QS. Al Ahzab : 33). Abu ‘Ubaidah mengatakan, “Tabarruj adalah menampakkan kecantikan dirinya.” Az Zujaj mengatakan, “Tabarruj adalah menampakkan perhiasaan dan setiap hal yang dapat mendorong syahwat (godaan) bagi kaum pria.”[6]
Dari sini, sungguh sangat aneh jika ada yang menghalalkan rebounding untuk wanita yang ingin pamer aurat?!
Semoga para wanita muslimah selalu diberi taufik oleh Allah untuk memiliki sifat malu. Sifat inilah yang akan mengantarkan mereka pada kebaikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْحَيَاءُ لاَ يَأْتِى إِلاَّ بِخَيْرٍ
“Rasa malu tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan.”[7]
Semoga Allah memberi taufik untuk memperhatikan dan mengamalkan aturan yang telah Allah gariskan. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

NABI MUHAMMAD DALAM KITAB ORANG HINDU

Kalau pembicaraan-pembicaraan sebelumnya, hanya tersimpul dalam Taurat Musa, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, maka khusus mengenai Muhammad saw, kami buka juga buku-buku suci yang lainnya pula, seperti kitab Weda.

Kitab suci ummat Hindu yang usianya sudah 2.500 tahun lamanya, sejak lahirnya Sang Sidharta Gautama (623 - 543 SM), bahkan mungkin lebih lama lagi. (Hindu usianya lebih tua daripada Budha, sedangkan Sidharta Gautama adalah pembawa agama Budha).

Didalam kitab Weda konon ada tertulis: "Hai sekalian manusia, dengarkanlah berita penting ini. Nanti aku bangunkan seorang laki laki yang terpuji diantara manusia." Laki-laki terpuji dalam bahasa Arab disebutkan "Muhammad."

Meskipun tafsiran ini mungkin benar, tetapi saya kira belum ada kekuatan sama sekali, sebab dalam masa 2.500 tahun itu telah banyak bermunculan laki-laki terpuji dan orang-orang gagah seperti Selon, Zarahudza, Socrates, Aristoteles, Iskandar Zulkarnain, Yesus, Darius yang Agung, Napoleon, Hitler (hitler? .....wkwkwkwkwkkw) dan masih seribu nama lagi barangkali.

Untuk mengetahui , "laki-laki terpuji yang mana yang dimaksudkan," maka baiklah kini kita baca dalam kitab Beha Pesiyaporana (kitab Hindu) yang bunyinya:

"Pada masa itu datanglah seorang laki-laki dari tanah Arab namanya Akhmad bergelarkan Muhammad, dan dia akan mendapatkan penolong-penolong. Hai orang-orang Arab, hai tuan-tuan seluruh alam ini, kepada engkaulah taqdis (penghormatan)Ku yang suci. Hai orang-orang yang mengadakan beberapa jalan yang banyak untuk membinasakan sekalian syaithan, dan dunia ini, kepada engkaulah taqdisKu."

Suatu keterangan berharga, yang sayangnya tetap tersembunyi, sebab adanya peraturan kasta-kasta, dimana yang berhak membaca Weda hanyalah kaum Brahmana saja, sedangkan bagi orang diluar Brahmana, sangat tabu, apalagi bagi kasta Paria dan Sudra, bila saja membaca Weda atau mendengarkan ayat-ayatnya sekalipun, dapatlah ia dihukum mati.


Petinggi petinggi itu tentu kuatir, kalau-kalau kasta lainnya diperbolehkan membaca Weda, akan jatuhlah martabat dirinya, bahkan mungkin akan terbuka pula beberapa ajaran-ajarannya yang salah, sama seperti juga mengapa ummat Katolik sampai, dewasa ini belum "mempunyai Injil-injil yang lengkap," selain daripada hanya katekesmus dan Jubilate belaka.

MENGUNGKAP FAKTA ILMIAH DI BALIK PESAN RASULULLAH TENTANG LALAT

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4VHP3mZAJANNoverKnT6kzSyMGRixjJJ6knVRpB4JoGjOFdtMmkBejlxnQ7_yhVsJggVqnUH7_q43oXFL1a98fY2MDK0QQkALdCkZAqQ2L8foGhw-fUSvhtKvV-ttunKMCRyXTFuGE70/s1600/lalat.jpg
Jika jatuh seekor lalat pada minuman kalian maka benamkanlah, karena di salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang satunya terdapat penyembuhnya. [HR. Bukhari]. Itulah Pesan Rosulullah.




Hadist atau pesan Rasulullah ini dibuktikan oleh para ilmuwan, Sebagaimana mereka mempelajari daripada serangga – serangga yang ada dibumi. Mereka menemukan dahsyatnya dan kehebatan serangga – serangga yang menakjubkan bahwa lalat itu mengepakkan sayapnya sebanyak 200 hingga 400X setiap detiknya. Dan setiap detik ia menggerakkan sayapnya 200 hingga 400X gerakan.

Dan juga pada satu hewan yang disebut “Ganjur” bahkan sampai mengepakkan sayapnya 1000X setiap detiknya. Para ilmuwan mempelajari 4 jenis serangga, mereka mendalaminya dan dikatakan kami baru mempelajari 4 macam serangga dan masih tersisa lebih dari 10 juta macam serangga di muka bumi.

Dan tentunya juga, demikian banyak mereka melakukan penemuan – penemuan dan keajaiban pada serangga sehingga mereka mengatakan bahwa didalam setiap sayap seekor lalat itu ada daripada fungsi – fungsi elevator dan fungsi – fungsi depressor, yaitu fungsi mengangkat dan menurunkan sayapnya. Dan itu bergerak 200 hingga 400X setiap detiknya dan gerakan lalat itu yang demikian sangat menakjubkannya itu selalu bergerak dalam bermenit – menit atau berjam – jam.

Gerakan otot yang sedemikian cepatnya menggerakkan sayap seekor lalat yang sangat kecil. Seekor lalat yang kecil, yang dijelaskan oleh para ilmuwan dari Australia bahwa seekor lalat itu terbukti pada sebelah sayapnya ditemukan 1 gen refilin yaitu gen yang mempunyai 2 fungsi yakni fungsi pada industri dan fungsi pada kesehatan.

Fungsi pada industri bahwa gen refilin ini lebih dahsyat dan lebih kuat dari semua jenis karet yang ada yang telah dibuat oleh banyak orang di muka bumi ini. Jenis karetnya diambil dari pohon karet atau lainnya, gen refilin yang ada di sayap lalat itu lebih kuat dan lebih hebat jika dipakai sebagai karet karena ia mempunyai daya dorong dan daya tekan yang sangat kuat serta daya pental yang demikian dahsyat dan itu ada pada sayap seekor lalat dan serangga lain hingga ia dapat bergetar hingga 1000X dalam setiap detiknya seperti hewan ganjur dan juga beberapa hewan serangga lainnya.

Dan dalam fungsi kesehatannya bahwa gen refilin itu adalah satu gen yang bisa mengobati penyakit – penyakit yang ada pada syaraf – syaraf arteri, pada syaraf – syaraf meina. Syaraf arteri yang banyak terjadi penyumbatan, gen – gen refilin yang ada di sayap seekor lalat itulah yang dapat mengobatinya.

Demikian indahnya dan demikian sempurnanya dan demikian jeniusnya Rasulullah Muhammad Saw. Jika jatuh lalat pada minuman kalian, tenggelamkan ia. Maksudnya gen – gen refilin yang ada di sayapnya itu supaya bertebaran di air pula hingga menjadikan airnya itu tersucikan daripada bakteri – bakteri yang ada pada sayap lainnya.

Menurut anda, siapa yang memberitahu Sang Nabi bahwa ada gen – gen refilin yang bisa menyembuhkan syaraf arteri sementara gen–gen itu tidak terlihat oleh mata..?

Manusia melihatnya dengan mikroskop dan selama puluhan tahun mereka menelitinya tapi Sang Nabi SAW tahu di sayap lalat itu ada gen penyembuh, ada gen penyakit sampai butiran gen dan sel yang ada disayap lalat diketahui oleh Rasulullah Muhammad SAW atas petunjuk dari Allah SWT sebagai sang Maha Pencipta segala sesuatu dan Maha Mengetahui akan seluk beluk ciptaanNya.

Wallahu’alam bishawab…

8 KATEGORI KECERDASAN MANUSIA

Kecerdasan Linguistik

Kemampuan menggunakan kata secara efektif, lisan maupun tertulis. Meliputi juga kemampuan memanipulasi tata bahasa atau struktur bahasa, bunyi bahasa makna sehingga pekaterhadap kata kalimat, susunan, huruf, dan mampu menyusunnya dengan baik dan indah.

Kecerdasan matematis-logis

Kemampuan menggunakan angka dengan baik, melakukan penalaran dengan benar, kepekaan pada pola dan hubungan antar hal, fungsi logis dan abstraksi lain. Proses yang digunakan dalam kecerdasan ini antara lain kategorisasi (pengelompokan sesuatu), klasifikasi (pemisahan), pengambilan kesimpulan, generalisasi, penghitungan, dan pengujian hipotesisi. Cocok buat kamu yang sika hitung-menghitung agak rumit dan senang denagn permainan angka.

Kecerdasan spasial

Kemampuan mempresepsikan dunia spasial-visual secara akurat, mentranformasikannya. Kecerdasan ini meliputi kepekaan pada warna, garis, bentuk, ruang, dan hubungan antar unsure itu, kemampuan membayangkan sesuatu, mempresentasi ken ide dengan cara visual, mengorientasikan diri secara tepat dalam matriks spasial. Kamu suka menyesatkan diri saat jalan-jalan, tapi kamu selalu menemukan jalan. Inilah kecerdasan kamu.

Kecerdasan kinestesis-jasmani

Kemampuan menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikahn ide atau perasaan, keterampilan menggunakan tangan untuk menciptakan atau mengubah sesuatu, kelenturan kakuatan, akan berhubungkan hal yang berkaitan dengan sentuhan. Kalau kamu suka bikin pernak-penik, atau nsuka menghafalkan rumus fisika sambil senam, inilah kamu!

Kecerdasan musical

Kemampuan menangani bentuk-bentuk musical denagn cara mempersikan, membedakan, mengubah, kepekaan pada nada, irama, melodi. Bisa dengan cepat menghafal lagu dan menggunakan musik untuk menghafal pelajaran, inilah anda!

Kecerdasan intrepersonal

Kemampuan mempersepsikan dan membedakan suasana hati, maksud, motifasi, dan persaan orang lain. Kepekaan terhadap ekspresi wjah, reka, suara, kemampuan menanggapi secara efektif tanda-tanda tersebut dan mempengaruhi kelompok orag untuk melakukan tindakan tertaentu.nah, kalau ini bisa jadi tempat curhat yang baik.

Kecerdasan intrapersonal

Kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak beradasarkan pemahaman tersebut. Kepekaan tarhadap mjemahami diri sendiri, kesadaran atas suasana hati, kainginan, kemampuan berdisiplin diri, memahami, menghargai diri. Seperti seniman gitu..

Kecerdasan naturalis

Keahlian mengenali dan mengategorikan spesies di lingungan sekitar kepekaan pada fenomena alam, kemampuan membedakan benda tak hidup.